Pembiayaan Ultra Mikro Bawa Perubahan, Kisah Mawiyah Berhasil Perbaiki Ekonomi Keluarga di Sepaku, Kaltim

Ultra Mikro
Mawiyah, perempuan asal Sepaku, Kalimantan Timur yang merintis usaha untuk memperbaiki ekonomi keluarga.
0 Komentar

Ia juga belajar “menggaji” dirinya sendiri dari keuntungan yang diperoleh. Kebiasaan tersebut membuat Mawiyah semakin memahami pentingnya memisahkan Keuangan usaha dengan keuangan pribadi.

Dengan pengelolaan keuangan yang teratur, angsuran pembiayaan tidak dianggap sebagai beban. Mawiyah telah menyiapkannya dari hasil penjualan sehingga perputaran modal kedai tetap terjaga.

Usahanya kini tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung. Selain berjualan setiap hari di depan rumah, ia menerima pesanan dan menyediakan layanan pesan antar. Ketika ada acara atau kegiatan tertentu, Mawiyah juga membawa produk jualannya ke lokasi untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Baca Juga:Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026Dampingi Usaha hingga Edukasi Keamanan Bertransaksi, Mantri BRI Hadir Dekat dengan Masyarakat di Lubuklinggau

Dukungan yang diterima Mawiyah tidak berhenti pada akses pembiayaan. Ia juga pernah mengikuti kelas memasak yang diselenggarakan PNM Mekaar. Kegiatan tersebut memberinya tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan produk di kedainya.

Kisah Mawiyah menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membangun sumber penghasilan.

Perjalanan tersebut sejalan dengan semangat Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM. Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi diarahkan untuk memperluas sekaligus memperdalam akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen ultra mikro, melalui ekosistem yang menghubungkan pembiayaan, simpanan, transaksi, pemberdayaan, hingga pendampingan usaha.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa dalam ekosistem Holding UMi, perjalanan nasabah tidak berhenti ketika memperoleh pembiayaan. Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan kapasitas ekonominya.

“Dengan demikian, pelaku usaha ultra mikro memiliki ruang untuk terus bertumbuh, memperkuat usahanya, membangun kebiasaan menabung, hingga secara bertahap mengakses layanan keuangan yang semakin luas,” ujar Dhanny.

Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan upaya untuk memastikan akses keuangan dapat berkembang menjadi pemberdayaan dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

0 Komentar