JATINANGOR EKSPRES – Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak dapat berkontribusi dalam menambah penghasilan keluarga. Hal inilah yang dibuktikan oleh Mawiyah, perempuan asal Sepaku, Kalimantan Timur yang merintis usaha untuk memperbaiki ekonomi keluarga.
Mawiyah mulai memberanikan diri merintis usaha secara daring pada 2023. Pada tahun yang sama, perempuan berusia 34 tahun tersebut bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar setelah memperoleh informasi mengenai pembiayaan dari petugas. Tambahan modal yang diperoleh kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya.
Setahun kemudian, tepatnya pada 2024, Mawiyah membuka kedai sederhana di depan rumahnya. Kedai tersebut menawarkan aneka minuman, jus, jajanan, serta gorengan yang menjadi pilihan bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026Dampingi Usaha hingga Edukasi Keamanan Bertransaksi, Mantri BRI Hadir Dekat dengan Masyarakat di Lubuklinggau
“Alhamdulillah, usaha semakin berkembang. Dari yang awalnya hanya berjualan online, pada tahun 2024 saya mulai membuka kedai di depan rumah yang menjual aneka minuman, jus, jajanan, dan gorengan,” ujar Mawiyah.
Kehadiran kedai membawa perubahan dalam kehidupan sehari-harinya. Di tengah tanggung jawab mengurus rumah tangga, kini Mawiyah juga mempunyai usaha dan penghasilan sendiri. Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau menjalankan usaha pasti ada naik turunnya penghasilan. Tapi menurut saya, selama kita tetap semangat dan konsisten menjalani usaha, insyaallah akan ada hasil baik yang didapat,” katanya.
Kepuasan pelanggan menjadi salah satu sumber semangatnya. Bagi Mawiyah, melihat pembeli kembali datang setelah mencoba produk di kedainya menjadi tanda bahwa apa yang ia tawarkan diterima dengan baik.
Setelah mendapatkan pembiayaan untuk usaha, ia semakin berani menambah variasi produk. Pilihan minuman, jus, jajanan, dan gorengan yang lebih beragam membantu menarik pelanggan sekaligus meningkatkan pemasukan kedai.
Bagi Mawiyah, menjalankan usaha sendiri membuatnya seperti sedang mengelola sebuah perusahaan dalam skala kecil. Ia bertanggung jawab mengatur seluruh arus keuangan, mulai dari memisahkan modal, menyiapkan angsuran, memenuhi kebutuhan operasional, hingga menentukan pendapatan untuk dirinya sendiri.
“Rasanya seperti punya perusahaan sendiri, karena semua harus kita kelola sendiri. Saya harus membagi uang untuk modal yang diputar kembali, menyiapkan angsuran Mekaar, dan mengatur kebutuhan usaha,” ungkapnya.
