Kisah Vio menggambarkan bagaimana perluasan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan, tetapi juga pada kehadiran tenaga pemasar yang mampu menjangkau dan membangun kepercayaan masyarakat hingga ke tingkat komunitas.
Kehadiran PNM di Banda Neira sekaligus menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke berbagai wilayah Indonesia. Sejak dibentuk pada 2021, Holding UMi mengintegrasikan kekuatan BRI sebagai induk holding bersama Pegadaian dan PNM untuk membangun ekosistem yang menghubungkan akses pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pemberdayaan dan pendampingan usaha.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.
Baca Juga:Dukung Program GENTING BKKBN, BRI Peduli Beralokasi Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di IndramayuDukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa kekuatan Holding UMi tidak hanya terletak pada besarnya ekosistem yang telah dibangun, tetapi juga pada kemampuan seluruh entitas di dalamnya untuk hadir semakin dekat dengan masyarakat.
“Di balik besarnya ekosistem Holding Ultra Mikro, terdapat 74 ribu tenaga pemasar yang setiap hari hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka menjadi jembatan yang menghubungkan layanan keuangan dengan pelaku usaha hingga ke tingkat komunitas untuk membangun kepercayaan, mendampingi, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh,” ujar Dhanny.
