KOTA – Dana Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, menyusut tajam. Dari semula sekitar Rp1,2 miliar, anggarannya kini tersisa Rp300 juta lebih. Di tengah ruang fiskal yang menyempit, pemerintah desa mengalihkan perhatian pada pembangunan karakter, kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan generasi muda.
Kepala Desa Licin Zulkifli M Ridwan mengatakan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan fisik sulit dilakukan secara merata di 10 rukun warga (RW). Karena itu, pemerintah desa memilih program yang dinilai dapat menggerakkan partisipasi masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada pembangunan infrastruktur.
“Dengan jumlah RW yang ada, otomatis pembangunan fisik akan menjadi problem dan sulit untuk dilakukan pemerataan. Oleh karena itu, kita akan fokus pada character building atau pembentukan karakter,” kata Zulkifli saat menjelaskan arah program desa untuk 2027.
Baca Juga:Surabi Ajul Tanjungkerta, Kuliner Legendaris yang Diburu Sejak SubuhPilkades Digital Sumedang: Pegawai Setwan Disiapkan Bertugas di 424 TPS
Pilihan itu diterjemahkan ke dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya Sasarbeuling, singkatan dari Sasar Bersih-Bersih Lingkungan, yang mengajak perangkat desa, RT, RW, Karang Taruna, dan kader bergotong royong membersihkan lingkungan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus menekan risiko demam berdarah dengue (DBD), yang menurut Zulkifli kerap terjadi setiap tahun di Desa Licin.
Selain kebersihan lingkungan, pemerintah desa merencanakan penguatan ukhuwah Islamiyah melalui salat Subuh berjamaah. Kegiatan ini direncanakan berlangsung sedikitnya tiga minggu sekali secara bergiliran di masjid-masjid wilayah desa.
Generasi muda juga masuk dalam agenda prioritas. Karang Taruna dan bidang olahraga akan didorong mengembangkan kegiatan positif melalui sepak bola, bola voli, hingga rencana penyediaan fasilitas tenis meja. Pemerintah desa juga merencanakan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemuda.
Bagi Zulkifli, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan pelayanan dan pembangunan masyarakat. Namun, ia berharap alokasi Dana Desa dapat disesuaikan kembali agar kebutuhan pembangunan tetap tertangani.
Penetapan program tersebut menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027. Pemerintah desa berharap kolaborasi dengan lembaga desa dan warga dapat menjaga program tetap berjalan di tengah keterbatasan.
Di Licin, ketika anggaran untuk membangun ruang fisik semakin terbatas, gotong royong, kesehatan, dan pembinaan generasi muda menjadi tumpuan. Tantangannya, memastikan program-program itu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kebiasaan yang bertahan dalam kehidupan warga.(ahm)
