JATINANGOREKSPRES – Pelatihan aparatur sipil negara (ASN) membutuhkan perencanaan yang tepat agar anggaran pengembangan sumber daya manusia sejalan dengan kebutuhan organisasi.
Pemerintah Kabupaten Sumedang mengembangkan SIMANTEP untuk membantu memetakan kompetensi pegawai dan memperkirakan pelatihan yang dibutuhkan.
SIMANTEP atau Sistem Informasi Manajemen Terpadu Estimasi Peta Kompetensi merupakan inovasi Sumedang Civil Service Academy (SCSA).
Baca Juga:24,57 Persen Murid SD Sumedang Belum Capai Kompetensi Minimum NumerasiLogin E-Office Sumedang, Ini Link Resmi dan Cara Mengaksesnya
Aplikasi tersebut dipaparkan Kepala SCSA Sutarman dalam kegiatan peluncuran Learning Management System (LMS) Numerasi di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (26/10/2026).
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan data ASN, memantau pemenuhan jam pelajaran pengembangan kompetensi, serta mengidentifikasi kesenjangan kemampuan pegawai pada bidang tertentu.
Berdasarkan hasil asesmen, SIMANTEP juga dapat memberikan rekomendasi pelatihan atau pendidikan dan pelatihan (diklat). Informasi tersebut diharapkan membantu pemerintah menentukan prioritas pengembangan kapasitas pegawai sekaligus menyusun perencanaan anggaran secara lebih terarah.
Kepala SCSA Sutarman menjelaskan, data kompetensi dapat menjadi pijakan untuk menentukan kemampuan yang perlu diperkuat. Dengan begitu, program pengembangan pegawai diharapkan lebih sesuai dengan tugas dan kebutuhan organisasi.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan, pemanfaatan teknologi pemerintahan harus berorientasi pada hasil. Aplikasi digital, menurut dia, tidak cukup hanya menghadirkan sistem baru, tetapi perlu mendorong perubahan nyata pada kemampuan dan kinerja aparatur.
Pengembangan kompetensi ASN juga diharapkan berdampak pada kualitas pelayanan publik. Pegawai yang memperoleh pelatihan sesuai kebutuhannya diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih profesional, adaptif, dan inovatif.
Namun, penggunaan sistem digital belum dengan sendirinya menjamin pelatihan menjadi efektif. Ketepatan data, validitas asesmen, kesesuaian rekomendasi, serta evaluasi setelah pelatihan tetap diperlukan untuk memastikan program pengembangan kompetensi menghasilkan perubahan.
Baca Juga:Selain Tahu Sumedang, Ini 5 Kuliner Legendaris yang Bisa DicicipiMitelor
SIMANTEP menjadi salah satu upaya Sumedang membangun manajemen ASN berbasis data. Ukuran keberhasilannya bukan hanya tersedianya peta kompetensi, melainkan juga sejauh mana informasi tersebut digunakan untuk menentukan prioritas pelatihan, mengoptimalkan anggaran, dan meningkatkan kinerja aparatur.(rls)
