JATINANGOR EKSPRES – Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan penyembelihan hewan qurban. Hewan yang telah disembelih kemudian dibagikan dagingnya kepada masyarakat. Daging qurban memang lezat jika diolah di hari raya, akan tetapi pemilihan bagian daging perlu diperhatikan karena tidak semua bagian memiliki profil nutrisi yang sama baiknya.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing atau sapi terdapat sekitar 18 gram lemak dan 24,9 gram protein. Daging merupakan bahan olahan yang sangat baik untuk pembentukan otot, hormon, hingga sumber energi. Namun, manfaat ini bisa berbalik menjadi risiko jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dilansir dari DISWAY Kamis (23/04/2026), ahli nutrisi dr. Tan Shot Yen menyebutkan bahwa bagian tertentu dari daging sebaiknya dihindari. “Kalau bisa pilih bagian yang minim lemak seperti sengkel. Hindari bagian perut atau jeroan, itu justru berisiko tinggi memicu kolesterol dan asam urat,” jelasnya.
Baca Juga:Persiapan Qurban 1447 H! Estimasi Harga Kambing 2026 dan Syarat Sah Hewan Qurban Menurut HaditsKendali di Tangan Anda! 4 Makanan Super Penurun Tekanan Darah Tinggi Secara Alami
Selain itu, konsumsi protein hewani sebaiknya lebih beragam, misalnya dengan mengombinasikannya bersama ikan, ayam, atau telur. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi protein nabati seperti tahu dan tempe guna menyeimbangkan nutrisi tubuh.
Cara pengolahan daging juga sangat krusial. Pengolahan dengan cara digoreng akan menambah kadar lemak jenuh, sedangkan dibakar hingga gosong bisa menimbulkan senyawa karsinogenik penyebab kanker. Pengolahan daging yang paling disarankan adalah dengan cara direbus dan dikombinasikan dengan sayuran, seperti menu sop.
Idealnya, konsumsi daging merah cukup dilakukan 2–3 kali seminggu. Selain itu, usahakan jangan memanaskan ulang makanan jika menu yang dibuat menggunakan santan, karena proses pemanasan berulang dapat merusak kandungan nutrisi dan meningkatkan kadar lemak jahat.
