Sejarah Panjang Hari Buruh! Dari Tragedi Haymarket Hingga Menjadi Hari Libur Nasional di Indonesia

ilustrasi kapalan tangan dan sorakan kelas buruh yang menuntut hak-hanya
Sejarah Panjang Hari Buruh: Dari Tragedi Haymarket Hingga Menjadi Hari Libur Nasional di Indonesia. Foto - Disway
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Hari Buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei. Hari Buruh merupakan simbol perjuangan pekerja untuk mendapatkan hak-hak para pekerja. Hari Buruh tidak hanya dirayakan di Indonesia, akan tetapi serentak secara global di setiap negara.

Sejarah Hari Buruh

Hari Buruh bermula dari ketidakpuasan para pekerja terhadap sistem kapitalis di akhir abad ke-19. Revolusi Industri yang berhasil membawa perubahan besar terhadap hubungan buruh dan pengusaha pada abad ke-18 memicu protes di kalangan kelas pekerja.

Kerusuhan Haymarket yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat, merupakan peristiwa yang selalu diingat. Peristiwa yang berlangsung selama empat hari tersebut merambat ke berbagai bagian wilayah dan melibatkan ratusan kelas pekerja.

Baca Juga:Sapi atau Kambing? Simak Keutamaan dan Tips Memilih Hewan Kurban Menurut Buya YahyaPanduan Kurban Sapi 2026! Estimasi Harga Berbagai Jenis dan Syarat Sah untuk 7 Orang

Jam kerja yang tinggi dan tidak manusiawi mengakibatkan angka kematian meningkat di setiap tahunnya. Meski pemerintah sempat merespons, proses perundingan tidak kunjung menghasilkan kesepakatan. Situasi memuncak pada 4 Mei 1886 ketika sebuah bom meledak dan menewaskan satu orang.

Insiden tersebut memicu tindakan keras dari aparat yang membubarkan demonstrasi dengan kekerasan, bahkan menembaki para pekerja. Akibatnya, banyak korban jiwa dan luka-luka berjatuhan. Sejumlah orang yang dituding sebagai pelaku anarkis kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman. Peristiwa tragis ini akhirnya dikenang setiap tahun sebagai peringatan Hari Buruh Internasional.

Sejarah Hari Buruh Nasional

Bermula saat Adolf Baars, yang merupakan seorang Komunis, insinyur, dan penulis Yahudi-Belanda yang sebagian besar dikenang hari ini karena peran awalnya di Indische Sociaal-Democratische Vereeniging dan Partai Komunis Indonesia.

Ia memprotes terhadap harga tanah milik warga yang dihargai sangat murah untuk dijadikan perkebunan oleh para pengusaha. Kelas pekerja yang diberi upah tak layak dan protes terhadap sistem kepemilikan pabrik gula di Jawa juga menjadi akar permasalahan Hari Buruh.

Aksi Hari Buruh di era kolonial itu menimbulkan kegaduhan antara pemerintah dan buruh sehingga ditiadakan tahun 1926. Pada tahun 1946, setelah Indonesia merdeka, peringatan Hari Buruh kembali diselenggarakan untuk menyuarakan hak-hak rakyat. Pemerintah secara resmi memberikan dukungan agar peran buruh dapat dirayakan dalam memperjuangkan hak sosial maupun ekonomi.

0 Komentar