Selain itu, penggunaan daun teh kering atau limbah teh‐teh melati sebagai bahan pengharum dinilai juga hemat dan ramah lingkungan dengan cara memanfaatkan ampas teh yang sudah diseduh, peneliti berhasil menghasilkan lilin aromaterapi yang tetap memiliki aroma teh yang kuat dan menyenangkan. Selain itu, bahan alami seperti teh dan kemangi dinilai lebih aman dibandingkan pengharum sintetis yang sering mengandung bahan kimia berpotensi mengiritasi pernapasan.
Wangi teh menjadi primadona dalam pengembangan pengharum ruangan alami karena kombinasi aroma yang menyenangkan, efek psikologis yang menenangkan, serta kandungan senyawa alami yang aman. Selain itu, teh merupakan bahan yang mudah didapat, seringkali sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, sehingga penggunaan wangi teh sebagai pengharum ruangan juga terasa lebih alami dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
