JATINANGOR EKPRES — Ratusan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Padjadjaran mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Unpad itu dimulai sekitar pukul 14.25 WIB. Film dokumenter karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale tersebut diproduksi oleh Watchdoc Documentary bersama sejumlah organisasi lainnya.
Sejak pemutaran dimulai, suasana aula terlihat tertib dan kondusif. Para mahasiswa tampak serius menyimak setiap adegan dalam film berdurasi sekitar 90 menit tersebut. Film Pesta Babi sendiri belakangan menjadi perhatian publik setelah beberapa agenda nobar di sejumlah daerah sempat menuai polemik hingga dibubarkan aparat.
Baca Juga:Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Tradisional Tanjungsari NaikPeringatan Hari Kartini di Kementerian ATR/BPN, Perempuan Jadi Penggerak Layanan Pertanahan dan Tata Ruang
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan agraria dan proyek strategis nasional (PSN) yang diangkat dalam film, khususnya yang berkaitan dengan kondisi masyarakat di Tanah Papua.
Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Unpad Jatinangor, Enaldi, mengatakan kegiatan tersebut murni dilaksanakan dalam konteks akademik. Menurutnya, film dokumenter itu tidak lagi dipandang sebagai persoalan pro maupun kontra, melainkan bahan kajian yang dapat didiskusikan secara ilmiah di lingkungan kampus.
Ia mengakui sempat ada kekhawatiran mengingat sebelumnya beberapa kegiatan nobar serupa di daerah lain mengalami pembubaran. Namun, karena kegiatan berlangsung di area kampus, pihaknya merasa mendapat perlindungan dan jaminan keamanan bagi mahasiswa yang mengikuti acara tersebut.
“Ini murni kegiatan akademik. Setelah menonton, mahasiswa diajak berdiskusi dan mengkaji isi film secara ilmiah,” ujar Enaldi usai kegiatan. (kos)
