Perbedaan Sunnah Makan Idul Fitri dan Idul Adha: Simak Alasan dan Dalilnya

ambar berisi beberapa menu makanan yang diap disantap saat hari raya.
Perbedaan Sunnah Makan Idul Fitri dan Idul Adha: Simak Alasan dan Dalilnya. Foto-Disway
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Idul Adha dan Idul Fitri merupakan dua hari raya yang sangat spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Meskipun sama-sama menjadi hari kemenangan, kedua momen ini memiliki sedikit perbedaan dalam amalan sunnah saat hari raya, salah satunya adalah perihal anjuran makan. Idul Fitri menganjurkan umat Muslim untuk makan sebelum melaksanakan shalat Id, sedangkan pada Idul Adha anjurannya adalah makan setelah menunaikan shalat Id.

Dilansir dari NU Online, saat Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji, umat Islam dianjurkan untuk makan usai menunaikan shalat Id. Ketentuan ini bersandar pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Buraidah RA:

“Rasulullah SAW tidak berangkat untuk shalat Idul Fitri sebelum makan, dan tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang (dari shalat), lalu beliau makan dari hewan kurbannya.”

Alasan di Balik Perbedaan Sunnah Makan Kedua Hari Raya

Baca Juga:Jadwal Hari Tasyrik 2026: Larangan Puasa, Ketentuan Kurban, dan Sejarah MaknanyaHukum Menjual Daging Kurban Idul Adha: Simak Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni memberikan penjelasan yang mendalam mengenai hikmah di balik perbedaan anjuran waktu makan tersebut:

“Idul Fitri adalah hari diharamkannya berpuasa setelah sebulan penuh diwajibkan. Sehingga, dianjurkan untuk bersegera berbuka agar bersemangat melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, dan perintah makan pada Idul Fitri (sebelum shalat Id) adalah untuk membedakan dari kebiasaannya berpuasa. Sedangkan untuk hari raya Idul Adha berbeda, karena pada hari Idul Adha disyariatkan memakan dari hasil kurban. Jadinya, kita dianjurkan tidak makan sebelum shalat Id dan nantinya menyantap hasil semelihan tersebut.” (Al-Mughni, 2: 228)

Melalui anjuran ini, Rasulullah SAW juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi umat Islam, khususnya yang berkurban, untuk menyembelih hewan kurbannya terlebih dahulu dan bisa langsung menikmatinya bersama-sama setelah ibadah shalat selesai ditunaikan.

Aturan fikih dan amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW selalu menyimpan keindahan spiritual sekaligus sosial yang tinggi. Jika pada Idul Fitri bersegera makan menjadi simbol kebahagiaan karena telah tuntas menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, maka menunda makan pada Idul Adha mengajarkan kita arti kesabaran dan rasa syukur atas rezeki kurban.

0 Komentar