PERJALANAN menuju Tanah Suci tidak dimulai ketika pesawat lepas landas. Ia dimulai jauh sebelumnya, dari proses memastikan setiap data, dokumen, kondisi kesehatan, hingga kesiapan calon jemaah benar-benar memenuhi syarat.
Tahapan itu kini mulai dijalankan Kementerian Urusan Haji terhadap calon jemaah asal Kabupaten Sumedang untuk penyelenggaraan ibadah Haji 2027. Sebanyak 154 calon jemaah menjalani proses verifikasi sebagai bagian dari persiapan awal sebelum memasuki tahapan keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji Kabupaten Sumedang, H. Agus Mursyid, M.Pd.I., mengatakan sosialisasi yang digelar bukan hanya menyampaikan informasi teknis, tetapi juga memastikan seluruh calon jemaah memahami tahapan yang harus dipenuhi sejak dini.
Baca Juga:Bahu Jalan Bukan Terminal!Dari Kampus UI ke Balai Desa, Kepala Desa Sukajaya Membawa Pulang Agenda Perubahan
“Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh data calon jemaah telah terverifikasi serta memberikan pemahaman mengenai persyaratan administrasi, kesehatan, dan kesiapan finansial sebelum keberangkatan,” katanya.
Sosialisasi diawali sambutan Drs. H. Dadang Nurholis sebagai tuan rumah, kemudian dilanjutkan pemaparan dari Kepala Kantor Kementerian Urusan Haji. Kegiatan turut menghadirkan narasumber H. Salamun dari Kementerian Urusan Haji Pusat serta Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Maman Imanulhaq Faqieh, M.M., yang menjelaskan berbagai kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Dari total 154 calon jemaah yang diverifikasi, sebanyak 117 merupakan calon jemaah reguler, sedangkan 37 lainnya masuk kategori lanjut usia (lansia).
Selain memastikan keabsahan data, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai kelengkapan administrasi yang wajib dipenuhi, mulai dari Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, hingga ijazah sebagai dokumen pendukung pendaftaran.
Calon jemaah yang telah memenuhi persyaratan selanjutnya diwajibkan membuka rekening pada Bank Penerima Setoran melalui Bank BJB sebelum melakukan validasi di Kementerian Urusan Haji untuk memperoleh nomor porsi keberangkatan.
Aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam proses persiapan. Seluruh calon jemaah diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan guna mengetahui kondisi fisik sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kesehatan ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di sisi lain, kesiapan finansial juga menjadi perhatian. Agus mengimbau seluruh calon jemaah mulai menyiapkan kebutuhan biaya sejak awal agar tidak menemui kendala administratif maupun keuangan menjelang keberangkatan.
