”Besok kami akan mengadakan rapat dengan para pengusaha galian dan pihak desa sambil menyampaikan surat imbauan,” ujar Eneng.
Ia mengaku belum menerima tembusan surat keberatan yang sebelumnya disampaikan pihak sekolah dan UPI. Meski demikian, menurut dia, persoalan debu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena telah mengganggu aktivitas pendidikan.
”Kami akan mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi bersama agar aktivitas pendidikan tidak terus terganggu,” tandasnya.(ahm/win)
