CIMALAKA – Persoalan utang Rp25 juta diduga menjadi latar belakang pembunuhan seorang pengemudi transportasi online di Kabupaten Sumedang.
Korban diduga dibunuh di kawasan galian Bilkis, Kecamatan Cimalaka, sebelum jasadnya dibawa dan dikuburkan di kawasan Cisoka, Kecamatan Sumedang Selatan.
Polres Sumedang telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Keduanya masing-masing berinisial AD (30) dan seorang anak berusia 17 tahun yang identitasnya tidak diungkapkan demi perlindungan hukum.
Baca Juga:Kronologi Pembunuhan Sopir Online di Sumedang: Berawal dari Cekcok, Berakhir di KuburanSatpol PP Sumedang Sita 163 Botol Miras di Tanjungsari
Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang mengamankan keduanya di sebuah rumah di kawasan Gunung Buled, Jatimulya, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan, penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut laporan polisi yang diterima pada hari yang sama.
“Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti,” ujar Awang, mewakili Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kasus tersebut diduga berkaitan dengan utang Rp25 juta yang belum dibayarkan korban kepada AD.
Rangkaian kejadian bermula pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. AD memesan kendaraan melalui aplikasi inDrive yang dikemudikan korban. Dalam perjalanan, keduanya sempat terlibat cekcok hingga AD turun di depan SMAN 2 Cimalaka.
AD kemudian menjemput seorang anak berinisial MIN dan kembali memesan kendaraan yang dikemudikan korban dari kawasan Kebon Jati menuju lokasi galian Bilkis di Cimalaka. Keduanya diduga membawa kabel seling yang telah dimodifikasi.
Setibanya di lokasi, korban dan kedua terduga pelaku sempat minum kopi selama sekitar 30 menit. Setelah itu, AD mengajak korban menuju area tambang dengan alasan terdapat pekerjaan.
Baca Juga:Sopir Taksi Online Diduga Dibunuh, Jasad Ditemukan di Kebun Teh Cisoka SumedangKuliah, Latihan, Naik Podium: Mahasiswa Unpad Raih Prestasi Bulu Tangkis Campus League 2026
Di lokasi tersebut, MIN diduga menjerat leher korban menggunakan kabel, sedangkan AD diduga memegang dan mengikat tubuh korban menggunakan tali tambang. Korban kemudian meninggal dunia.
Kedua terduga pelaku selanjutnya diduga membawa jasad korban menggunakan mobil milik korban. Mereka kemudian mengambil cangkul dan membawa jasad tersebut ke kawasan Cisoka, Kecamatan Sumedang Selatan, untuk dikuburkan.
Jasad korban ditemukan terkubur pada kedalaman sekitar satu meter. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.
