Jatinangor dan Perjalanan Panjang Menuju Kota Pendidikan

Kawasan Jatinangor
Ilustrasi: Kawasan Jatinangor.(istimewa)
0 Komentar

HAMPARAN perkebunan teh dan karet pernah mendominasi bentang alam Jatinangor. Kini, kawasan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu tumbuh menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi yang mempertemukan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.

Perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Jatinangor melewati perjalanan panjang, dari kawasan perkebunan yang dikelola perusahaan swasta Belanda hingga menjadi kawasan strategis pendidikan yang menopang perkembangan wilayah timur Bandung Raya.

Pada masa kolonial, kawasan ini berkaitan dengan Maatschappij tot Exploitatie der Baud-Landen, perusahaan yang berdiri pada 1841 dan mengelola lahan perkebunan yang luas. Aktivitas perkebunan membentuk wajah wilayah sekaligus menjadi bagian dari sejarah ekonomi Jatinangor sebelum mengalami perubahan fungsi.

Baca Juga:150 Dapur MBG di Sumedang Diawasi, Keamanan Pangan Jadi TaruhanRevitalisasi Alun-alun Tanjungkerta Tembus 50 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

Titik balik mulai terlihat ketika perguruan tinggi masuk ke kawasan ini. Pemerintah kemudian menetapkan Jatinangor sebagai Kawasan Perguruan Tinggi pada 1989. Statusnya berkembang menjadi Kawasan Strategis Provinsi bidang pendidikan pada 2010.

Sejak itu, pertumbuhan kampus turut mengubah wajah Jatinangor. Lahan yang dahulu identik dengan perkebunan beralih menjadi kompleks pendidikan, permukiman, pusat perdagangan, rumah indekos, dan berbagai usaha yang melayani kebutuhan mahasiswa.

1. Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Universitas Padjadjaran menjadi salah satu institusi yang mendorong perubahan besar tersebut. Gagasan pemindahan kampus ke Jatinangor telah muncul sejak akhir 1970-an, ketika kebutuhan ruang pendidikan semakin besar.

Rektor keenam Unpad, Hindersah Wiraatmadja, disebut terinspirasi oleh konsep kota akademik Tsukuba di Jepang. Ia menggagas Kota Akademis Manglayang, sebuah kawasan pendidikan yang dirancang untuk menampung kegiatan akademik dalam lingkungan yang lebih luas.

Pengadaan lahan kemudian dilakukan dan pemindahan kegiatan pendidikan berlangsung secara bertahap sejak 1983, diawali Fakultas Pertanian sebelum diikuti fakultas lainnya.

Kehadiran Unpad menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. Kampus ini tidak hanya menghadirkan aktivitas perkuliahan, tetapi juga menciptakan kebutuhan baru terhadap transportasi, hunian, makanan, jasa, dan fasilitas publik.

2. Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN)

Sebelum perpindahan Unpad rampung, Institut Manajemen Koperasi Indonesia atau IKOPIN telah hadir di Jatinangor. Institusi ini mulai berdiri pada 7 Mei 1982 dan menjadi salah satu penanda awal berkembangnya kawasan pendidikan tersebut.

0 Komentar