Jatinangor dan Perjalanan Panjang Menuju Kota Pendidikan

Kawasan Jatinangor
Ilustrasi: Kawasan Jatinangor.(istimewa)
0 Komentar

IKOPIN kemudian memperoleh pengakuan melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 1984. Seiring perkembangan kelembagaan, institusi ini bertransformasi menjadi Universitas Koperasi Indonesia atau Ikopin University pada 2022.

Kehadiran kampus yang berfokus pada perkoperasian dan manajemen tersebut memperkaya karakter pendidikan Jatinangor. Kawasan ini tidak hanya berkembang sebagai tempat belajar berbagai disiplin ilmu, tetapi juga sebagai ruang pengembangan pengetahuan ekonomi dan kelembagaan.

3. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Jatinangor juga menjadi lokasi penting bagi pendidikan kader pemerintahan Indonesia. Sejarah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berawal dari pembentukan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri pada 1956.

Baca Juga:150 Dapur MBG di Sumedang Diawasi, Keamanan Pangan Jadi TaruhanRevitalisasi Alun-alun Tanjungkerta Tembus 50 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

Pada 1988, pemerintah mengambil kebijakan menyatukan 20 Akademi Pemerintahan Dalam Negeri yang tersebar di berbagai provinsi ke dalam satu lembaga pendidikan nasional di Jatinangor.

Penyatuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan pemerintahan yang terpusat. Menteri Dalam Negeri Rudini meresmikan APDN Nasional di Jatinangor pada 18 Agustus 1990.

Dalam perkembangannya, institusi ini mengalami perubahan nama dan kelembagaan hingga menjadi IPDN. Keberadaannya memperkuat posisi Jatinangor sebagai tempat pendidikan yang tidak hanya melayani kebutuhan akademik umum, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia untuk pemerintahan.

4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Perkembangan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan semakin beragam dengan kehadiran kampus Institut Teknologi Bandung. ITB sendiri memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 3 Juli 1920 di Bandung dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng.

Rencana pembangunan kampus ITB di Jatinangor mulai diwujudkan pada dekade 2010-an. Kampus tersebut diresmikan pada 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Rektor ITB saat itu, Akhmaloka.

Pada 2023, ITB menerapkan kebijakan pemindahan kegiatan akademik mahasiswa baru ke kampus Jatinangor selama menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB). Kebijakan tersebut semakin menguatkan peran Jatinangor dalam ekosistem pendidikan tinggi ITB.

Kehadiran empat institusi besar—Unpad, Ikopin University, IPDN, dan ITB—membentuk karakter Jatinangor sebagai kawasan pendidikan dengan beragam bidang keilmuan, mulai dari ilmu sosial dan kesehatan hingga teknologi, koperasi, dan pemerintahan.

Baca Juga:Dana Desa Licin Turun dari Rp1,2 Miliar, Ini Prioritas Program 2027Surabi Ajul Tanjungkerta, Kuliner Legendaris yang Diburu Sejak Subuh

Pertumbuhan perguruan tinggi membawa dampak yang melampaui ruang kelas. Arus mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengunjung menggerakkan kegiatan ekonomi serta mempercepat perkembangan kawasan permukiman.

0 Komentar