Ada 5.000 Anak Tidak Sekolah di Sumedang, Ini Strategi Mengembalikan Mereka ke Pendidikan

Sumedang Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2027
Bupati Dony Ahmad Munir saat menerima kunjungan Kepala Perpusnas RI Aminudin Aziz di Gedung Negara, Jumat (23/10/2026).(Dok Pemda Sumedang)
0 Komentar

JATINANGOREKSPRES – Kabupaten Sumedang menjadi daerah percontohan atau pilot project program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Peduli Pendidikan yang digagas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Program ini menyasar anak tidak sekolah (ATS) dengan target mengembalikan mereka ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, sekaligus mewujudkan Sumedang bebas ATS pada 2027.

Jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Sumedang diperkirakan mencapai 5.000 anak. Melalui program Relima Peduli Pendidikan, para relawan akan dilibatkan untuk menemukan anak yang tidak bersekolah, mendampingi mereka, serta membantu mengatasi hambatan agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan.

Baca Juga:Antisipasi Banjir di Cimanggung, Akur Siap Bantu Biaya Normalisasi Sungai CimandePengendara Yamaha Jupiter Tewas Tabrakan dengan Bus Arimbi di Jatinangor

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, literasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat, termasuk kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

“Penting sekali apabila literasi daerah sangat tinggi, karena masyarakat bisa mengambil keputusan yang tepat dan berpartisipasi,” kata Dony saat menerima kunjungan Kepala Perpusnas RI Aminudin Aziz di Gedung Negara, Jumat (23/10/2026).

Kalau masyarakatnya literat, pemerintah juga akan sangat terbantu dalam menyampaikan program dan kebijakan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari relawan Program Keluarga Harapan (PKH), ketua RT/RW, hingga kepala sekolah dan guru.

Menurutnya, mereka akan membantu mengidentifikasi anak yang tidak bersekolah sekaligus mendorong mereka untuk kembali melanjutkan pendidikan.

Pemkab Sumedang juga akan menyediakan data lokasi sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Data tersebut menjadi rujukan untuk mengarahkan anak ke satuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Ditempat yang sama, Kepala Perpusnas RI Aminudin Aziz menjelaskan, Relima Peduli Pendidikan merupakan gerakan yang memanfaatkan literasi untuk membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang terputus dari bangku sekolah.

Baca Juga:Kuliner Khas Rancakalong Berpeluang Tembus Pasar Nasional, Teknologi Pengemasan DikembangkanKalah dari Madura United, PERSIB Langsung Alihkan Fokus ke Garudayaksa

“Gagasan utamanya adalah literasi untuk membuka jalan kembali ke pendidikan, melalui tiga langkah, yaitu temukan, dampingi, dan kembalikan ke sekolah,” ujarnya.

Menurut Aminudin, penanganan ATS tidak hanya dilakukan dengan mengembalikan anak ke sekolah formal. Anak-anak juga dapat diarahkan ke lembaga pendidikan nonformal, seperti PKBM, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

0 Komentar