JATINANGOREKSPRES – Daya tahan produk menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha Sampeu Wedang di Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.
Kuliner berbahan singkong itu selama ini hanya bertahan sekitar tiga hari pada suhu ruang dan empat hari jika disimpan di lemari pendingin.
Keterbatasan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Sumedang menggandeng Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mengembangkan pengolahan dan pengemasan vakum.
Baca Juga:Kalah dari Madura United, PERSIB Langsung Alihkan Fokus ke GarudayaksaGerindra Sumedang Perluas Basis Kader, 900 Anggota Baru Bergabung
Teknologi ini diharapkan dapat memperpanjang masa simpan sekaligus mempermudah distribusi produk ke luar daerah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, inovasi teknologi diperlukan agar kuliner khas daerah tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Alhamdulillah, bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad, mereka hadir membawa solusi bagi pengembangan kuliner khas Rancakalong, khususnya Sampe Wedang,” ujarnya.
“Produk ini memiliki potensi yang besar, tetapi selama ini salah satu kendalanya adalah daya tahan yang belum lama,” tambah Dony.
Salah satu usaha yang mengembangkan produk tersebut adalah Sampe Wedang merek Kawung Sari di Rancakalong.
Usaha ini disebut telah berkembang sejak sekitar 2004, dengan kapasitas penjualan yang pernah mencapai 40 kilogram per hari dan melibatkan empat pekerja.
Namun, masa simpan yang pendek membatasi ruang pemasaran. Produk yang cepat mengalami penurunan mutu membutuhkan penanganan dan distribusi lebih cepat sehingga jangkauan penjualannya menjadi lebih terbatas.
Baca Juga:Pilkades Serentak 2026, Polisi Tegaskan Dugaan Politik Uang Bisa DiprosesNormalisasi Sungai Cimande Sumedang, 567 Meter Jadi Prioritas
Melalui teknologi pengolahan dan pengemasan vakum, Pemkab Sumedang berharap persoalan tersebut dapat diatasi.
Dony pun menargetkan masa simpan Sampe Wedang bisa mencapai dua tahun, meski target itu masih membutuhkan pengujian dan validasi keamanan pangan.
“Dengan adanya alat ini, Sampe Wedang dapat diolah, dikemas secara vakum, dan dikemas dengan lebih baik. Ke depan, kita berharap masa kedaluwarsanya bisa mencapai dua tahun sesuai hasil pengujian dan validasi keamanan pangan,” katanya.
“Kalau daya tahannya semakin panjang, pemasarannya akan semakin luas dan produk ini bisa kita bawa ke mana-mana,” imbuhnya.
Target dua tahun tersebut menjadi tahap yang perlu dibuktikan melalui pengujian. Pengemasan vakum dapat membantu mengurangi paparan oksigen, tetapi tidak otomatis menjamin produk aman dan stabil selama penyimpanan dalam jangka panjang.
