JATINANGOREKSPRES – Sains tak selalu hadir dalam rumus di papan tulis. Di tangan anak-anak, sains bisa menjelma menjadi eksperimen, permainan logika, hingga tanaman yang disiram secara otomatis.
Pengalaman itulah yang ditawarkan SMPIT Insan Sejahtera Sumedang melalui kegiatan tahunan STEAM Fair 2026, Sabtu (24/10). Sebanyak 470 siswa SD/MI dari sekitar 30 sekolah di Kabupaten Sumedang mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengenalkan sains dan teknologi secara menyenangkan.
Kepala SMPIT Insan Sejahtera Sumedang, Khodijah Mustaqimah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa sekolah dasar untuk belajar sekaligus mengenal lingkungan pembelajaran di SMPIT Insan Sejahtera.
Baca Juga:Amir Mahpud Buka Wacana Dony Ahmad Munir ke Pilgub JabarGerindra Sumedang Bidik 12 Kursi DPRD, Dony Ahmad Munir Siapkan Konsolidasi Menuju 2029
Beragam kegiatan disiapkan. Melalui STEAM Expo, para peserta diperkenalkan pada proyek berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics yang berkaitan dengan persoalan lingkungan. Mereka diajak melihat bagaimana masalah di sekitar dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah solusi.
Ada pula STEAM Magic Show, pertunjukan eksperimen sains yang dikemas atraktif untuk memantik rasa ingin tahu. Sementara itu, sesi Computational Thinking mengajak anak-anak melatih pola pikir logis dan kritis melalui permainan edukatif.
Kegiatan lainnya adalah SRL Showcase dan Smart Green Garden, yang menampilkan penerapan konsep Sekolah Ramah Lingkungan. Di sini, peserta diperkenalkan pada pengelolaan penghijauan, sistem penyiraman tanaman otomatis, hingga pemantauan kualitas air yang terintegrasi dengan teknologi.
“Di sini, anak-anak dapat belajar mengenai pengelolaan penghijauan, sistem penyiraman tanaman otomatis, hingga pemantauan kualitas air yang terintegrasi dengan teknologi,” kata Khodijah.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, H Dadang Setiawan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang ditampilkan. Menurut dia, alat sederhana pun dapat menjadi sarana untuk mendorong kreativitas siswa.
“Kegiatan ini sangat bagus, apresiatif, dan menginspirasi, terutama bagi generasi muda kita, bahwa di sini mereka diterangkan dengan alat sederhana bisa melakukan lonjakan kreativitasnya,” ujarnya.
Dadang berharap STEAM Fair dapat menjadi praktik baik yang menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan pembelajaran berbasis inovasi dan kreativitas.
Baca Juga:Dugaan Kekerasan di Asrama Sekolah Rakyat Sumedang, Keterangan Sekolah dan Unggahan BerselisihUsai PERSIB Kalah 0-1, Sandy Walsh Bidik Kemenangan atas Garudayaksa
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan ke sekolah menengah. Eksperimen, permainan logika, dan teknologi ramah lingkungan menjadi pintu untuk mengenal cara belajar yang berbeda-bahwa bertanya, mencoba, dan menemukan solusi merupakan bagian penting dari proses belajar.
