Pilkades Digital Tanjungmekar, 3.200 Pemilih Disiapkan di Lima TPS

Pilkades Tanjungmekar
Panitia Pilkades Tanjungmekar menyosialisasikan mekanisme pemungutan suara digital untuk membantu masyarakat memahami prosedur pemilihan kepala desa.(Kiki/Sumeks)
0 Komentar

JATINANGOREKSPRES – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjungmekar, Kabupaten Sumedang, menyosialisasikan mekanisme pemungutan suara digital kepada masyarakat pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026.

Sosialisasi ini dilakukan untuk mempersiapkan warga menghadapi pelaksanaan Pilkades serentak yang menggunakan sistem digital.

Ketua Panitia Pilkades Tanjungmekar, Eman, mengatakan pemahaman masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan menjelang pelaksanaan pemilihan.

Baca Juga:REVIEW: Gol Adam Alis pada Menit Akhir Bawa Persib Kalahkan GarudayaksaPerempuan Tewas Terlindas Truk di Putaran Kewalram Cimanggung

Menurut dia, sistem digital merupakan mekanisme baru yang membutuhkan penjelasan agar pemilih dapat mengikuti prosedur pemungutan suara dengan baik.

“Program baru ini mengharuskan kami sebagai panitia berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat memahami cara melakukan pemilihan secara digital, termasuk tujuan dan manfaatnya,” kata Eman saat diwawancarai Sumeks.

Ia mengatakan sosialisasi menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat perlu memahami perubahan mekanisme pemilihan dari sistem sebelumnya ke sistem digital.

Menurut Eman, panitia terus menyampaikan informasi kepada warga dan berkoordinasi dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan pelaksanaan pemungutan suara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Eman menyebutkan, jumlah pemilih di Desa Tanjungmekar mencapai lebih dari 3.200 orang. Untuk mengakomodasi pemilih tersebut, panitia merencanakan pembagian ke dalam lima tempat pemungutan suara (TPS), dengan kapasitas maksimal 750 pemilih di setiap TPS.

Pembagian TPS tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan pemungutan suara berlangsung lebih tertib sekaligus memudahkan masyarakat menggunakan hak pilihnya.

Eman menjelaskan, pada tahap awal perencanaan, pemungutan suara sempat direncanakan berlangsung di satu TPS. Namun, seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai penerapan sistem digital, persiapan pelaksanaan pemilihan kemudian disesuaikan.

Baca Juga:Belajar Sains Lewat Eksperimen, 470 Siswa SD/MI Ikuti STEAM Fair 2026 SumedangAmir Mahpud Buka Wacana Dony Ahmad Munir ke Pilgub Jabar

Ia mengatakan penerapan sistem digital dalam Pilkades serentak di Kabupaten Sumedang merupakan kebijakan baru yang membutuhkan persiapan, terutama dalam hal sosialisasi dan pemahaman pemilih.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Eman juga mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi masyarakat yang berkumpul untuk membahas persiapan pemilihan kepala desa.

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di Desa Tanjungmekar untuk bersama-sama memperjuangkan dan membangun daerah masing-masing, khususnya di Desa Tanjungmekar,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kelancaran pelaksanaan Pilkades tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia, tetapi juga memerlukan kerja sama dengan KPPS, aparat desa, dan masyarakat.

0 Komentar