JATINANGOR EKSPRES – Membuat permen herbal rumahan kini makin populer karena dianggap lebih alami, tidak terlalu manis, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan seperti permen jahe untuk batuk atau permen jahe untuk melancarkan pencernaan. Namun, meski terlihat sederhana, banyak penikmat kuliner rumahan justru membuat permen yang terlalu keras, terlalu lembek, atau berjamur setelah beberapa hari. Hal ini sering muncul karena beberapa kesalahan teknis yang bisa dihindari jika memahami dasar pembuatan permen.
Mengatur Panas dan Waktu Pemasakan
Salah satu kesalahan paling umum adalah belum memahami pentingnya suhu dan waktu pemasakan. Jika gula dimasak terlalu lama dengan api besar, campuran bisa mengalami karamelisasi berlebih sehingga warna menjadi kecokelatan gelap dan rasa berubah menjadi lebih pahit atau bahkan tidak mengeluarkan rasa pedas dari bahan herbal yang digunakan. Sebaliknya, jika api terlalu kecil atau waktunya terlalu singkat, gula dan bahan pengental seperti agar-agar atau gelatin tidak membuat permen cukup mengeras, sehingga permen menjadi lembek dan tidak bisa dibentuk dengan rapi.
Daripada mengandalkan uji coba asal, banyak praktisi membuat permen menyarankan untuk memasak sirup gula hingga campuran mengental seperti sirop gulali tetapi masih bisa diaduk, lalu segera dituang ke loyang sebagai cetakan. Hal ini dapat membuat tekstur permen akan kenyal atau renyah, bukan terlalu keras maupun seperti karamel yang lengket.
Baca Juga:Cemilan Praktis Air Fryer: Kreasi Isian Puff Pastry Plus Rahasia Golden BrownHindari 6 Kesalahan Ini agar Mashed Potato Lembut Creamy
Penggunaan Bahan Herbal yang Kurang Tepat
Kesalahan lain sering muncul dari cara mengekstrak atau mencampurkan bahan herbal. Banyak orang langsung merebus bahan herbal seperti jahe, temulawak, atau teh herbal bersama gula dan air tanpa memperhatikan suhu dan waktu ekstraksi. Jika air terlalu panas atau direbus terlalu lama, aroma dan senyawa atsiri yang berfungsi sebagai aroma alami bisa hilang, sehingga permen terasa datar dan hanya manis biasa.
Selain itu, beberapa bahan herbal yang tidak tahan panas lama, misalnya ekstrak tertentu atau jus buah alami, bisa berubah karakter atau bahkan terdegradasi jika langsung dimasak bersama gula mendidih. Solusinya adalah menambahkan ekstrak herbal yang sudah didinginkan atau diproses lewat infus ringan sebelum campuran gula mencapai titik paling panas, agar rasa dan cita rasa herbal tetap terasa kuat.
