JATINANGOR EKSPRES – Tes soal silogisme adalah metode pengukuran kemampuan berpikir logis dan analitis dengan menarik kesimpulan deduaktif dari dua pernyataan atau lebih (premis) yang diberikan. Sinonim atau bentuk lain dari silogisme meliputi tes penalaran logis, tes logika deduktif, atau tes implikasi, yang umum digunakan dalam TIU CPNS dan psikotes.
Banyak orang yang terkecoh atau terjebak saat mengerjakan tes siogisme pasalnya premis yang membuat pusing dan pernyataan yang tidak masuk akal menjadi hal yang selalu kita bayangkan di dunia nyata. Tes silogisme memiliki aturan-aturan baku yang dimana ketika kita tahu pola dan rumusnya kita akan mudah mendapatkan jawabanya.
Berikut tips mengerjakan tes silogisme
1. Tips Coret dan Sambung
Aturan: Cari kata yang sama di kedua premis, hapus, lalu hubungkan sisanya.
Premis 1: Semua kayu dapat terbakar.
Premis 2: Meja ini terbuat dari kayu.
Kata “kayu” muncul di kedua pernyataan. Coret kata “kayu”.
Kesimpulan: Meja ini dapat terbakar.
2. Tips Kuantor Semua vs Sebagian
Aturan: Jika ada kata “Sebagian/Beberapa”, kesimpulan harus “Sebagian/Beberapa”.
Premis 1: Semua mahasiswa memiliki kartu perpustakaan.
Premis 2: Sebagian penghuni kos Pak RT adalah mahasiswa.
Baca Juga:Bocoran Soal CAT Koperasi Desa Merah Putih 2026Latihan Soal Tes Kompetensi Bidang (TKB) Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih 2026
Karena ada kata “Sebagian”, maka jawaban “Semua penghuni kos memiliki kartu” pasti salah.
Kesimpulan: Sebagian penghuni kos Pak RT memiliki kartu perpustakaan.
3. Penggunaan Diagram Venn
Contoh : “Sebagian A adalah B. Semua B adalah C.”
Untuk soal ini, membayangkan saja seringkali pusing. Dengan diagram, kamu bisa melihat tumpukan lingkarannya:
1. Gambar lingkaran A dan B yang beririsan karena “sebagian”
2. Gambar lingkaran C yang membungkus seluruh lingkaran B karena “semua B adalah C”
Sekarang lihat: Apakah lingkaran A otomatis bersentuhan dengan C? Ya, karena area A yang ada di dalam B otomatis masuk ke dalam C.
Kesimpulan: Sebagian A adalah C. 4. Tips Kalimat Negatif
Aturan: Jika ada “Tidak/Bukan”, kesimpulan wajib “Tidak/Bukan”.
Premis 1: Semua pemenang lomba mendapat medali.
Premis 2: Adi tidak mendapat medali.
Premis 2 negatif. Kesimpulan tidak boleh “Adi adalah pemenang”.
