Setan Dibelenggu Saat Ramadan Tapi Maksiat Tetap Ada, Mengapa? Simak Penjelasan Hadisnya di Sini!

Penjelasan hadis tentang setan yang dibelenggu selama bulan Ramadan serta makna kiasan dan hakikinya menurut p
Setan Dibelenggu Saat Ramadan Tapi Maksiat Tetap Ada, Mengapa? Simak Penjelasan Hadisnya di Sini! (Foto: Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinantikan umat muslim, semua muslim merayakan dan menyambut bulan yang penuh berkah. Pada bulan ramadhan yang istimewa, semua pintu surga dibuka dan semua pintu neraka ditutup serta setan dibelenggu.

Pernyataan mengenai “setan dibelenggu” sering kali menjadi polemik di tengah masyarakat. Banyak yang menyangsikan hal tersebut karena pada kenyataannya, kemaksiatan masih kerap terjadi di bulan suci. Bahkan, tak jarang ada individu yang secara eksplisit menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai ibadah seolah tanpa rasa bersalah.

Hadist yang menegaskan bahwa setan dibelenggu saat bulan suci ada bahkan perawinya imam Bukhari dan Imam Muslim, berikut hadistnya

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Baca Juga:Suka Makan Jeruk? Simak 5 Rahasia Memilih Buah Jeruk yang Manis dan Kaya Air!Mau Coba Tingwe? Simak 3 Rahasia Memilih Tembakau Berkualitas Agar Tidak Salah Pilih!

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadhan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup.” (HR Bukhari dan Muslim).

Melansir dari NU Online, sebagian ulama memaknai makna hadist nya secara berbeda ada yang memaknai secara harfiah ada pula yang memaknai secara majazi.

Berikut makna dari hadist diatas menurut Ad- Dawud dan Al-Mahlab,

وَكَذَلِكَ قَوْلُهُ : ( سُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ ) ، يَعْنِى : أَنَّ اللهَ يَعْصِمُ فِيهِ الْمُسْلِمِينَ أَوْ أَكْثَرَهُمْ فِى الْأَغْلَبِ عَنِ الْمَعَاصِى وَالْمَيْلِ إِلَى وَسْوَسَةِ الشَّيَاطِينِ وَغُرُورِهِمْ ، ذَكَرَهُ الدَّاوُدِيُّ وَالْمَهْلَبُ . وَاحْتَجَّ الْمَهْلَبُ لِقَوْلِ مَنْ جَعَلَ الْمَعْنَى عَلَى الْحَقِيقَةِ فَقَالَ : وَيَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ مَا يُذْكَرُ مِنْ تَغْلِيلِ الشَّيَاطِينِ وَمَرَدَتِهِمْ بِدُخُولِ أَهْلِ الْمَعَاصِى كُلِّهَا فِى رَمَضَانَ فِى طَاعَةِ اللهِ ، وَالتَّعَفُّفِ عَمَّا كَانُوا عَلَيْهِ مِنَ الشَّهَوَاتِ

Artinya, “Begitu juga sabda Rasulullah SAW ‘setan-setan dibelenggu’ maksudnya adalah sesungguhnya dalam bulan Ramadhan Allah menjaga orang-orang muslim atau mayoritas mereka secara umum dari kemaksiatan, kecenderungan untuk mengikuti bisikan dan godaan setan. Demikian sebagaimana dikemukakan oleh Ad-Dawudi dan Al-Mahlab. Al-Mahlab pun memberikan argumentasi yang mendukung kalangan yang memahami makna hadits ini dengan makna hakiki. Ia menyatakan bahwa setan terbelenggu karena para pendurhaka di bulan Ramadhan masuk ke dalam ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari hawa nafsunya.” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahih al-Bukhari, juz IV, halaman 20).

Nah itu dia hadist yang menjelaskan terbelenggunya setan di bulan suci Ramadhan, kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang di Bulan Ramadhan bisa saja karena kebiasaanya pada bulan-bulan sebelumnya sehingga mudah goyah keimanannya saat melaksanakan ibadah puasa.

0 Komentar