JATINANGOREKSPRES – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan bagi Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, dalam merencanakan pembangunan tahun depan.
Dengan Dana Desa sekitar Rp300 juta, pemerintah desa harus memilah kebutuhan yang dinilai paling mendesak, mulai dari infrastruktur pertanian hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Prioritas tersebut dibahas dalam musyawarah desa untuk penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di aula rapat Desa Serang baru-baru ini.
Baca Juga:Pilkades Tanjungmekar: Warga Menanti Program Nyata, Bukan Sekadar JanjiSantri Sumedang Ditantang Kuasai Teknologi, Bukan Hanya Ilmu Agama
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Serang, Ade Sutendar, S.Sos., mengatakan program yang direncanakan mencakup bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat. Penyusunannya mengacu pada hasil musyawarah serta aspirasi warga.
“Alhamdulillah, Desa Serang telah melaksanakan kegiatan penyusunan RKPDes 2027. Program yang direncanakan mencakup bidang pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan masyarakat. Seluruhnya disusun berdasarkan hasil musyawarah serta aspirasi masyarakat,” kata Ade.
Irigasi dan Air Pertanian Masuk Prioritas
Di sektor pembangunan fisik, Pemdes Serang merencanakan pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi tersier. Program ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian warga.
Pemerintah desa juga merencanakan penyediaan sumber air untuk irigasi di wilayah Lajur Sukamanah Pesantren melalui program perpompaan dan perpipaan. Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas pertanian.
Selain infrastruktur pertanian, pembangunan gedung Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) masuk dalam rencana program 2027. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di tingkat desa.
Meski demikian, realisasi setiap program akan bergantung pada ketersediaan anggaran dan prioritas yang ditetapkan dalam perencanaan desa.
Pemberdayaan Warga Tetap Dianggarkan
Selain pembangunan fisik, Pemdes Serang merencanakan program pemberdayaan masyarakat, termasuk penanggulangan kemiskinan melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:Bupati Sumedang Sidak SPPG Tanjungmekar, Higienitas Dapur dan Pengolahan Limbah Jadi SorotanKolecer, Mainan Tradisional Sunda yang Kian Terlupakan
Dukungan terhadap kegiatan kesehatan juga menjadi perhatian. Program yang direncanakan mencakup insentif kader kesehatan serta dukungan bagi kegiatan kesehatan lingkungan, Posyandu, Polindes, dan pelayanan kesehatan masyarakat lainnya.
Di bidang pembinaan, pemerintah desa menghimpun masukan untuk kegiatan kepemudaan, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pembinaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
