Pilkades Tanjungmekar: Warga Menanti Program Nyata, Bukan Sekadar Janji

Kampanye Pilkades Tanjungmekar
Kampanye Pilkades Tanjungmekar, Sumedang, menjadi ajang penyampaian visi-misi calon. Warga diharapkan memilih berdasarkan rekam jejak dan program.
0 Komentar

JATINANGOREKSPRES – Kampanye pemilihan kepala desa di Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Momentum ini menjadi kesempatan bagi para calon kepala desa untuk memperkenalkan gagasan sekaligus meyakinkan masyarakat mengenai arah pembangunan desa ke depan.

Mia, salah seorang anggota tim kampanye, mengatakan tahapan kampanye menjadi ruang bagi calon untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada masyarakat.

Baca Juga:Santri Sumedang Ditantang Kuasai Teknologi, Bukan Hanya Ilmu AgamaBupati Sumedang Sidak SPPG Tanjungmekar, Higienitas Dapur dan Pengolahan Limbah Jadi Sorotan

Menurut dia, program yang ditawarkan semestinya tidak berhenti pada janji politik. Warga membutuhkan rencana yang relevan dengan persoalan sehari-hari, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat

“Berbagai program yang disampaikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi warga, hingga penguatan kebersamaan dan gotong royong,” kata Mia saat diwawancarai Sumedang Ekspres.

Bagi desa, pemilihan kepala desa bukan sekadar pergantian pemimpin. Hasilnya akan menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama masa kepemimpinan berikutnya.

Karena itu, program yang ditawarkan para calon perlu dinilai berdasarkan kebutuhan warga dan kemungkinan pelaksanaannya. Janji pembangunan akan lebih bermakna apabila disertai perencanaan yang jelas, kemampuan mengelola anggaran, serta komitmen mempertanggungjawabkan kebijakan kepada masyarakat.

Beda Pilihan, Persaudaraan Tetap Dijaga

Mia mengingatkan masyarakat agar mengikuti seluruh tahapan pemilihan kepala desa dengan tertib, aman, dan damai. Perbedaan dukungan terhadap calon, menurut dia, seharusnya tidak merusak hubungan sosial yang telah terbangun di tengah masyarakat.

“Pilkades bukan sekadar ajang memilih pemimpin desa, melainkan juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan Desa Tanjungmekar,” ujarnya.

Dalam kontestasi di tingkat desa, kedekatan antartetangga dan hubungan kekeluargaan kerap menjadi bagian penting kehidupan sosial. Karena itu, persaingan politik perlu tetap berada dalam batas yang sehat agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

Baca Juga:Kolecer, Mainan Tradisional Sunda yang Kian TerlupakanMargamekar Siapkan Prioritas 2027, Kesehatan dan Pemberdayaan Jadi Fokus

Mia juga berharap setiap calon menyampaikan program yang realistis dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Komitmen tersebut perlu dibuktikan apabila calon terpilih dan mulai menjalankan pemerintahan desa.

0 Komentar