Bupati Sumedang Sidak SPPG Tanjungmekar, Higienitas Dapur dan Pengolahan Limbah Jadi Sorotan

SPPG Tanjungmekar Sumedang
JADI SOROTAN: Bupati Dony Ahmad Munir meninjau berbagai fasilitas SPPG, mulai dari area dapur, proses pengolahan makanan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungmekar di Dusun Depok, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Selasa, 20 Oktober 2026.(Dok Pemkab)
0 Komentar

TANJUNGKERTA – Kebersihan dapur, keamanan pangan, dan pengelolaan limbah menjadi perhatian Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungmekar di Dusun Depok, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Dony memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari area dapur dan proses pengolahan makanan hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan operasional SPPG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga:Kolecer, Mainan Tradisional Sunda yang Kian TerlupakanMargamekar Siapkan Prioritas 2027, Kesehatan dan Pemberdayaan Jadi Fokus

Dony menegaskan, penyediaan makanan bergizi harus disertai jaminan kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan fasilitas pengolahan. Pengelola SPPG juga perlu memastikan ketersediaan tenaga ahli gizi serta alur kerja dapur yang jelas.

“Higienitas dan kebersihannya harus terjaga. Kedua, keamanan pangannya. Ketiga, kelengkapan dapur, ahli gizinya, serta peta alur prosesnya. Kemudian, IPAL harus berfungsi dengan baik dan tempat sampah harus dipilah,” kata Dony.

Menurut dia, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan terhadap makanan yang disajikan. Seluruh fasilitas dan lingkungan SPPG perlu dirawat agar tetap bersih, nyaman, dan memenuhi standar higienitas.

Ia juga meminta pengelola memperhatikan kondisi bangunan, termasuk memperbaiki bagian yang catnya mulai mengelupas. Perawatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelayakan tempat pengolahan makanan.

Selain kebersihan dapur, Dony menyoroti pengelolaan sampah yang dihasilkan dari operasional SPPG. Ia mendorong pengelola bekerja sama dengan masyarakat sekitar, termasuk peternak, pemilik kolam, dan pelaku usaha pengelolaan sampah, agar limbah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.

“Jangan sampai semua sampah berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak atau maggot, sedangkan plastik dan kertas bisa dijual ke bank sampah. Dengan begitu, volume sampah yang dibuang bisa berkurang dan biaya pengangkutannya juga dapat ditekan,” ujarnya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong pengelola SPPG menjaga kualitas pelayanan pemenuhan gizi sekaligus memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan. Kebersihan fasilitas, keamanan makanan, dan pengelolaan limbah menjadi bagian penting untuk mendukung layanan yang aman bagi penerima manfaat.

0 Komentar