Kuliner Khas Rancakalong Berpeluang Tembus Pasar Nasional, Teknologi Pengemasan Dikembangkan

Sampeu Wedang Rancakalong
Sampeu Wedang khas Rancakalong
0 Komentar

Jenis pengolahan, kondisi penyimpanan, karakteristik produk, serta hasil pengujian mikrobiologi dan mutu akan menentukan masa simpan yang dapat dicantumkan pada kemasan.

Potensi UMKM Sumedang masih perlu diperkuat

Pengembangan Sampeu Wedang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing usaha kecil dan menengah di Sumedang. Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumedang 2026, jumlah UKM tercatat mencapai 66.003 unit pada 2024, naik dari 64.245 unit pada 2023.

Meski jumlah pelaku usaha meningkat, data tersebut juga menunjukkan tantangan dalam peningkatan kapasitas. Pada 2024, sebanyak 1.758 UKM tercatat mendapatkan pelatihan.

Baca Juga:Kalah dari Madura United, PERSIB Langsung Alihkan Fokus ke GarudayaksaGerindra Sumedang Perluas Basis Kader, 900 Anggota Baru Bergabung

Angka itu menunjukkan pentingnya dukungan yang tidak hanya berfokus pada jumlah usaha, tetapi juga pada penguasaan teknologi, peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan kesiapan memenuhi standar keamanan pangan.

Dony berharap inovasi serupa dapat diterapkan pada produk unggulan Sumedang lainnya, termasuk Tahu Sumedang. Dengan pengembangan teknologi yang tepat, produk lokal diharapkan dapat mempertahankan karakteristiknya sekaligus memiliki daya saing lebih tinggi.

“Jangan sampai kuliner khas kita hanya dikenal di daerah sendiri. Dengan inovasi, kualitas yang terjaga, dan kemasan yang baik, kita ingin Sampe Wedang semakin dikenal, dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan mendunia,” pungkasnya.

Bagi pelaku usaha Sampeu Wedang, keberhasilan inovasi ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperpanjang masa simpan.

Konsistensi rasa, keamanan pangan, biaya produksi, dan kesiapan distribusi juga akan menentukan apakah produk tersebut benar-benar mampu menembus pasar yang lebih luas.(win)

0 Komentar