PMK Mulai Mengancam Sumedang, Pasar Hewan Tanjungsari Perketat Pengawasan

PMK Mulai Mengancam Sumedang, Pasar Hewan Tanjungsari Perketat Pengawasan
Pasar Hewan Tanjungsari  perketat masuk pasar sebagai upaya meminimalisir potensi penyebaran virus PMK.
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Sumedang.

Penyakit yang menyerang hewan ternak ini diduga masuk melalui distribusi sapi dari luar daerah, khususnya dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan pasar hewan yang menjadi titik pertemuan berbagai jenis ternak dari berbagai daerah.

Baca Juga:5 Aktor Drama China Tertampan dan Berprestasi Paling Populer Tahun 2026Kisah Inspiratif Siti Berhenti Sekolah Demi Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Salah satunya adalah Pasar Hewan Tanjungsari yang kini mulai menerapkan langkah-langkah pencegahan secara lebih ketat.

Setiap aktivitas pasar, terutama pada hari operasional Selasa dan Sabtu, petugas rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

Proses ini dilakukan sebelum hewan ternak masuk ke area pasar, sebagai upaya meminimalisir potensi penyebaran virus PMK.

Kepala UPTD Pasar Hewan Tanjungsari, Rani Haryono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi kesehatan hewan yang masuk ke area pasar.

Ia juga menyebutkan bahwa gejala PMK pada ternak cukup mudah dikenali.“Yang terkena PMK ciri-cirinya ada lendir, dan dari fisik terlihat loyo,” ujar Rani.

Selain penyemprotan disinfektan, pengelola pasar juga melakukan pembersihan lingkungan secara menyeluruh.

Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian dari langkah antisipasi agar virus tidak berkembang di area pasar.

Baca Juga:5 Manfaat Jagung yang Jarang Disadari, Sangat Bagus untuk Kesehatan!Bakwan Jagung Crispy ala Rumahan, Gurih dan Renyah Sepanjang Hari!

Langkah tersebut dinilai penting mengingat mobilitas ternak di pasar cukup tinggi, sehingga risiko penularan juga semakin besar jika tidak ditangani dengan serius.

Kebersihan lingkungan dan pemeriksaan rutin menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit.

Pihak pengelola pun mengimbau para peternak dan pedagang untuk lebih waspada, serta memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat sebelum dibawa ke pasar.

Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan penyebaran PMK di wilayah Sumedang dapat ditekan dan tidak meluas. (kos)

0 Komentar