Ubi Cilembu, Si Manis Legendaris dari Sumedang yang Dibidik Pasar Dunia

Ubi Cilembu
Ubi Cilembu dikenal dengan rasa manis alaminya.(istimewa)
0 Komentar

PAMULIHAN – Ada yang berbeda dari Ubi Cilembu ketika keluar dari panggangan. Kulitnya tampak kecokelatan, dagingnya melunak, dan rasa manisnya semakin menonjol. Pada ubi yang matang sempurna, cairan manis menyerupai madu dapat muncul di permukaannya, menjadi salah satu ciri yang membuatnya dikenal luas.

Berasal dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ubi ini bukan sekadar bahan pangan. Namanya telah melekat sebagai identitas kuliner daerah sekaligus komoditas pertanian yang memiliki daya tarik tersendiri di pasar.

Di balik popularitas tersebut, ada tantangan yang belum selesai: bagaimana meningkatkan produksi dan memperluas pasar tanpa kehilangan kualitas khas yang membuat Ubi Cilembu istimewa?

Baca Juga:Sumedang Baru Perbaiki 452 Rumah Tidak Layak Huni, Target 2.064 Unit BSPS DikejarSarapan Hemat di Jatinangor: 4 Menu Favorit Mahasiswa sebelum Kuliah

Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencoba menjawab tantangan itu dengan mengembangkan bibit menggunakan teknologi kultur jaringan. Sekitar 5.000 bibit telah diuji di 26 titik untuk melihat peluang pengembangan tanaman di berbagai wilayah.

“Kami terus mendorong pengembangan ubi Cilembu dari hulu melalui kultur jaringan dan inovasi di hilir agar produksi bisa diperluas sekaligus meningkatkan daya saing pasar,” kata Kepala DKPP Sumedang, Tono Suhartono.

Rahasia Kelezatan yang Berawal dari Tanah

Bagi pencinta kuliner, menikmati Ubi Cilembu paling nikmat sering kali tidak membutuhkan banyak tambahan. Cukup dipanggang hingga matang, ubi ini dapat menghadirkan rasa manis alami dengan tekstur lembut yang menggoda.

Proses pemanggangan membantu mengubah sebagian pati menjadi gula sehingga rasa manisnya semakin terasa. Ketika dipanggang dengan tepat, daging ubi menjadi lunak dan aroma khasnya menguar bersama uap panas.

Namun, kualitas Ubi Cilembu tidak hanya ditentukan oleh cara memasak. Varietas tanaman, tingkat kematangan saat dipanen, kondisi tanah, cuaca, serta penanganan setelah panen turut memengaruhi karakter hasilnya.

Itulah sebabnya upaya membudidayakan Ubi Cilembu di luar wilayah asal memerlukan pengujian yang cermat. Tanaman dapat tumbuh di tempat lain, tetapi mutu dan karakter hasil panennya belum tentu sama.

Dari Kebun Cilembu Menuju Pasar yang Lebih Luas

Budidaya Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Pamulihan, Rancakalong, Tanjungsari, dan Sukasari.

0 Komentar