Selain memberikan hiburan, proses tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan warisan budaya lokal sejak dini.
Kolecer mungkin hanya berupa bilah bambu atau kayu yang berputar ketika angin datang. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai kreativitas dan kebersamaan yang patut dipertahankan.
“Kolecer bukan sekadar mainan tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Sunda yang perlu dilestarikan agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang,” tutup Iwan.(kki)
