Menurut Sidik, penanganan gangguan yang cepat dan terukur diperlukan untuk menjaga kelancaran pemungutan suara serta mencegah persoalan teknis berkembang menjadi masalah yang mengganggu jalannya pemilihan.
Ia berharap seluruh pihak terkait memiliki prosedur penanganan yang jelas apabila terjadi gangguan, sehingga proses pemilihan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Dorong Sumedang Jadi Percontohan Pilkades Digital
Sidik juga menilai pelaksanaan Pilkades digital menjadi kesempatan bagi Sumedang untuk memperkuat penerapan teknologi dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat desa.
Baca Juga:Ubi Cilembu, Si Manis Legendaris dari Sumedang yang Dibidik Pasar DuniaSumedang Baru Perbaiki 452 Rumah Tidak Layak Huni, Target 2.064 Unit BSPS Dikejar
Ia berharap Kabupaten Sumedang dapat menjadi daerah percontohan pelaksanaan Pilkades elektronik di Jawa Barat, sejalan dengan identitas daerah tersebut sebagai kabupaten digital.
“Sumedang ini kabupaten digital, sehingga harus bisa menjadi contoh di Jawa Barat. Terlebih, Pak Dedi Mulyadi juga mengakui bahwa Sumedang merupakan kabupaten digital,” ungkapnya.
Sidik mengajak pemerintah daerah, panitia penyelenggara, anggota DPRD, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Menurut dia, sosialisasi yang merata, kesiapan perangkat, dan koordinasi antarpihak menjadi bagian penting untuk memastikan pemilihan berjalan aman, tertib, dan damai.
Dengan persiapan yang matang, Pilkades digital di Sumedang diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.
