JATINANGOR EKSPRES – Penggunaan skirt suit (setelan blazer dan rok) pada pernikahan selebriti seperti yang dilakukan Dua Lipa, memiliki makna yang lebih dari sekadar pilihan fashion, menjadikan hal ini adalah pernyataan identitas, modernitas, dan keberanian mendefinisikan ulang tradisi.
Pernyataan Identitas & Kemandirian
Skirt suit mengisyaratkan pengantin wanita yang menempatkan kemandirian dan kekuatan sebagai bagian dari identitasnya. Dengan memilih setelan yang lebih dekat dengan gaya power dressing, pengantin wanita menunjukkan bahwa pernikahan bukan tentang “menjadi milik” pasangannya, melainkan tentang memasuki fase baru sebagai individu yang setara. Dalam konteks pernikahan Dua Lipa, skirt suit Schiaparelli bahkan mengingatkan pada gaya ikonik Bianca Jagger yang menikahi Mick Jagger pada 1971 dengan setelan putih, sebagai sebuah simbol feminisme dan kebebasan.
Modernitas vs Tradisi
Gaun pernikahan western style, termasuk skirt suit, dimaknai sebagai simbol modernitas dalam budaya pernikahan. Selebriti yang memilih skirt suit sering kali ingin menunjukkan bahwa mereka:
Baca Juga:Bedah Fashion: Pernikahan Dua Lipa dan Callum Turner dengan Pilihan Busana yang BeraniEdisi Ke 21 Java Jazz Sukses Tampil Lebih Megah dan Internasional
- Menghormati tradisi, tetapi hidup di era modern.
- Tidak terikat pada norma “gaun pengantin putih” yang dianggap kuno.
- Ingin pernikahan yang resmi dan sakral namun tetap hangat dan personal.
Kombinasi antara budaya tradisional dan western style (seperti skirt suit) disebut sebagai hybrid wedding, yang dianggap sebagai bentuk pernikahan paling modern dan inklusif.
Keberanian Menolak Konvensi
Skirt suit adalah bentuk penolakan halus terhadap konvensi fashion pengantin wanita yang selama Jahrhundert (akhir dari abad ke-18) yang didominasi gaun pada masanya. Hal ini menunjukkan:
- Pengantin wanita yang tidak takut berbeda dan berani mengambil risiko fashion.
- Pandangan bahwa elegan tidak harus berarti gaun mengembang.
- Penegasan bahwa fashion adalah media ekspresi, bukan sekadar ritual.
Dua Lipa sendiri membela keputusan mengenakan putih (yang sering dianggap kontroversial) dan menegaskan bahwa itu adalah pilihan pribadi yang mencerminkan jati dirinya.
Kesetaraan Gender
Skirt suit juga sering dikaitkan dengan kesetaraan gender. Dalam banyak budaya, pria mengenakan setelan (suit) pada pernikahan. Ketika wanita juga memilih skirt suit, ini menciptakan visual kesetaraan antara pengantin pria dan wanita, menunjukkan bahwa pernikahan adalah hubungan partnership, bukan hierarki.
