JATINANGOR EKSPRES – Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Keutamaan dan kemuliaan tersebut hanya bisa didapatkan oleh siapa saja yang dengan tulus melaksanakan ibadah puasa sunnah ini pada bulan Dzulhijjah.
Puasa Arafah mendatangkan limpahan pahala yang besar, di mana hal ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW. Ketika Nabi Muhammad SAW ditanya mengenai keutamaan puasa di hari Arafah, beliau menjawab bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa setahun yang telah lalu dan dosa setahun yang akan datang bagi setiap orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan.
Allah SWT memiliki kasih sayang yang luar biasa bagi hamba-Nya yang taat. Bahkan, dosa satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan bisa langsung dihapuskan begitu saja, asalkan kita mampu menunjukkan ketaatan sejati sebagai hamba-Nya.
Baca Juga:Perbedaan Sunnah Makan Idul Fitri dan Idul Adha: Simak Alasan dan DalilnyaJadwal Hari Tasyrik 2026: Larangan Puasa, Ketentuan Kurban, dan Sejarah Maknanya
Momentum Istimewa dan Tempat Menggantungkan HarapanHari Arafah merupakan momentum yang sangat istimewa karena biasanya diisi dengan berbagai kegiatan ibadah yang khusyuk, seperti berkumpul bersama, memperbanyak zikir, serta memanjatkan doa sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Menjelang sore hari, masyarakat atau para jemaah biasanya mencari tempat yang tenang untuk memanjatkan doa, baik bersama keluarga tercinta maupun secara pribadi.
“Di Padang Arafah, setiap orang larut dalam doa dan harapan yang mendalam kepada Allah SWT,” tuturnya.
Pesan Buya Yahya: Hidupkan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Selain menjalankan ibadah puasa Arafah, ulama kondang Buya Yahya juga mengingatkan umat Islam untuk senantiasa memperbanyak amalan lain seperti doa, zikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Amalan-amalan ini sangat dianjurkan khususnya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dikenal sebagai hari-hari yang paling dicintai Allah SWT untuk beramal saleh.
Beliau mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa tidak ada hari yang lebih agung dan lebih dicintai oleh Allah SWT untuk mengisi waktu dengan beramal kebaikan selain daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah tersebut.
Kemuliaan hari Arafah adalah bukti nyata dari luasnya samudra ampunan Allah SWT kepada hambanya. Di saat jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia bersimpuh pasrah di Padang Arafah dalam prosesi wukuf, kita yang berada di tanah air pun diberikan kesempatan emas yang sama untuk membersihkan jiwa lewat selembar ibadah puasa.
